28 Juni 2009

Cinta..........


Jika pesona cinta melelahkan mu, dengarkan satu kata dari ku

Lupakan gelisah d hati.

Kuatkanlah langkah dan basuh lukamu.
Hari masih panjang dan waktu masih setia berjalan.
Esok mentari pagi pasti kan terbit menghangatkan hatimu.
Dan langit malam pun kan bertabur.
Bintang pun kan menemani tidurmu.
Pejamkan matamu.
Sandarkan babanmu lepaskan sepimu.
Percayalah, pasti ada yang akan merindukan mu.
Bahagia untuk mencintaimu.
Tersenyumlah dan temukanlah CINTA.......

27 Juni 2009

IBU

Ibu...
Begitu besar pengorbanan Mu untuk ku
Cinta dan kasih sayang Mu
Telah tercurahkan hanya untuk sang buah hati Mu
Dan semua pengorbanan Mu hanya untuk ku
Telah banyak hal yang engkau rasakan dalam kehidupan ini itupun hanya untuk buah hati Mu

Terimah kasih Ibu
Engkau lah penyemangat hidup ku...







Indahnya Persahabatan

Tiada Mutiara Sebening Cinta...

Tiada Sutra Sehalus Kasih Sayang...

Tiada Embun Sesuci Ketulas Hati...

Dan Tiada Hubungan Seindah Persahabatan...

Karena Hidup Ini Tidak Akan Berjalan Dengan Indah Tanpa Seorang Sahabat...

Sahabat Adalah segalanya...

Walapun Seorang Sahabat Itu Terkadang Menjengkelkan...

Dan Membuat Kita Kesal...







Kepada Alam Jiwaku Bermalam

Bila angin
kehilangan desirnya
daun-daun kering
takkan mau
meluruhkan tubuhnya

Bila langit
kehilangan kebiruannya
burung-burung
takkan mau
mengepakkan sayapnya

Bila sungai
kehilangan kejernihannya
ikan-ikan
takkan mau
mengibaskan ekornya

Bila bulan
kehilangan sinarnya
malam-malam
akan gelap tanpa cahaya

Bila hutan
kehilangan pohon-pohon
hewan-hewan
kehilangan tempat tinggalnya

Bila bukit
kehilangan kehijauannya
sungai-sungai
akan kering selamanya

Bila petani
kehilangan sawah ladangnya
kanak-kanak
akan menitikkan air mata

Bila manusia
kehilang kemanusiaannya
alam semesta
akan tertimpa bencana
dan bertanya angin kering
"Perlukah memanusiakan manusia?".

Rinduku terpahat dalam batu
suaraku mengalir bersama air
bertebaran menjadi bunga-bunga keabadian.

Aku patrikan diriku pada alam
cinta,tembang,lara,berlagu di pucuk cemara
angin semilir padamkan gelora.

Aku tak,kaupun tak,kita tak paham
bagaimana laut dengan cintanya
mematrikan diri pada tebing terjal.

Aku ingin belah sepi
tatkala bulan bersemi
tapi kemana kan kupautkan rindu
ketika air tak lagi bergemericik jernih.



Untuk Seorang Sahabat


Mungkin waktu kan terus berlalu, membawa buih-buih pergi menjauh. Dan manusia hanyalah butir pasir berserak di hamparan zaman, yang mengikuti kemana angin takdir berhembus. Dan mungkin waktu melapukkan batu, membuat besi menjadi karat; Mengubah dunia menjadi tidak seperti yang kita kira dan angankan. Walau sungguh pun waktu berkuasa, persahabatan sejati takkan mudah pudar olehnya.

Akan kenangan saat mimpi-mimpi bersemi semerbak, dan akan kenangan saat mimpi-mimpi terhempas berkeping di jalan berlubang kehidupan -- dan kau ada di sana sebagai sahabat yang memahami segala keluh kesah. Atas kebaikan yang mungkin tidak kau sadari, oleh sekedar canda yang membuat hidup ini lebih memiliki arti; menjauhkan rasa nyeri sedari.

Dan sahabat, jika apa yang kita miliki memang persahabatan yang tulus, maka ada tali silaturahmi yang mesti kita jaga. Walau jarak merenggangkan ikatan, dan harapan-harapan membawa kita berlayar ke negeri-negeri asing; ketahuilah bahwa ada seorang sahabat yang akan membantumu jika engkau membutuhkannya.

Kado ini tak lebih berharga ketimbang kebaikanmu selama ini. Hanya sekeping tanda mata agar kau tak lupa, bahwa ada – ada bahagia untuk menjadi seorang saudara.

Persahabatan

Persahabatan itu memang indah dari segalanya yang ada
karena dengan persahabatan kehidupan ini akan menjadi lebih indah